Pages

Tampilkan postingan dengan label curcol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curcol. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 November 2012

What I Keep Saying to Myself Lately



You can never be good enough for everyone. No matter how good you are, someone is going to hate you anyway. That's why, it's better to be hated because you're being yourself, rather than because you're a hypocrite. 



Kamis, 20 September 2012

●﹏● Gegalauan ●▂●


Hah? Whut? Apa maksud judul postingan ini? Jangan-jangan si Cloverwitch udah resmi jadi alay?

Kamis, 06 September 2012

Antara "Leveling Up" dan Masokisme (?)


 
Belakangan ini aku bener-bener nyadarin banyak hal soal diriku sendiri. Kalo ini adalah imbas dari milestone usia dua puluhan yang baru aja kucapai, maka aku sama sekali nggak nyesal menjadi berusia dua puluh tahun.

Hal-hal yang belakangan ini kusimpulin dan kulakuin:

Senin, 20 Agustus 2012

How I Spent My Holidays: Mangascans, Rekomendasi, Random Rant, dan Lain-lain


Jadi gini, biarpun judul postingan blog ini gajelas, pada intinya aku mau ngomongin soal apa yang kulakuin selama jeda liburan ini, terutama setelah mencapai target buat nulis 19 sampai bagian kemunculan Kris... I’ve been spending the rest of my holidays reading mangascans. Dan ternyata, udah lumayan banyak yang kubaca.

Di paro awal liburan semester sampai kira-kira tiga perempatnya, aku beneran obsessed sama shonen-ai (try googling it if you don't know). Itu sindrom yang kupikir udah agak mendingin setelah tahun lalu (persisnya sekitar bulan Februari-Maret) aku nonton Kuroshitsuji dan naksir berat pairing SebaCiel. Now that I think about it, kayaknya itu emang awal mula karirku sebagai seorang fujoshi-apprentice. Kenapa ‘apprentice’? Karena meskipun yea, I love shonen-ai and I can’t lie, aku masih agak disturbed sama yang namanya yaoi.

Minggu, 15 Juli 2012

Jurnal Kepenulisan: Tentang Grand Le Gran, Ishan, dan 19


(Entry ini berisi curcolan penulis, abaikan aja kalo kedengerannya ga menarik.)

Oke, udah lama banget aku ga ngepost baik curcolan maupun tulisanku di blog gajelas ini. Berhubung aku baru-baru ini genap berkepala dua, sebenernya aku nyiapin sebuah curcolan berupa renungan maha panjang, tapi sampai sekarang belum kuselesain. Fokusku sepanjang liburan menuju semester lima ini adalah nyelesain seengganya setengah proyek (pengennya sih namatin), soalnya aku ngerasa perlu ngebuktiin keseriusanku sebagai penulis dengan nyelesain sesuatu. Terus kenapa aku bikin proyek baru? Kenapa bukan GLG (yang udah mandek sejak 2009--atau 2006, kalo mempertimbangkan betapa GLG sendiri adalah fusion dari dua proyek masa SMP yang konsepnya ga karuan--itu)?

Selasa, 15 November 2011

Surga Buku - Cerita Tentang Surga

Gadis itu bukan aku. Meskipun dia memang mirip denganku—wajah yang bundar serupa, postur tubuh yang agak membungkuk, kaus oblong yang sama, kacamata berbingkai putih... tapi dia bukan aku. Ada sesuatu pada sepasang matanya yang membedakannya denganku, sesuatu yang untuk alasan yang tak kumengerti sekonyong-konyong membuatku merasa benci.

Dan lucunya adalah, benciku padanya adalah sesuatu yang rasanya terlalu akrab bagiku. Ada iri yang tak bisa dijelaskan di sana. Perasaan rendah diri. Ketakutan. Rasa bersalah.

“Apa itu di tanganmu?”

Minggu, 22 Mei 2011

Someone That I'm Looking For



While we are living in this world, at least there's a person like this whom we need.
A person who will stay with us no matter what happens.
A person who will protect us from whoever trying to hurt us.
A person who will understand our feelings of disappointment.
A person who will gently pat our shoulder and say "You've tried your best" when we fail.

Bittterness



Lantas terang saja selama ini saya kesulitan untuk tidur. Ternyata saya sudah menelan terlalu banyak kepahitan. Barangkali seperti minum berliter-liter kopi. Saya ingin tidur, menutup mata dan melayang meski hanya sejenak pada suatu situasi dimana saya bisa merasakan kebahagiaan. Tetapi rasa pahit di lidah memberati saya, menenggelamkan saya pada kedalaman fakta. Saya terkubur di dalam gelap. Ya, hitam seperti kopi.

Selasa, 08 Maret 2011

War With Conscience III

Me: It's hard being a writer. You keep imagining something is gonna happen or something is not gonna happen. I'm being paranoid.
Conscience: ...Mm-hmm. That's one big contribution to your insomnia problem.
Me: My imagination kills me. And this also applies in my love problem.
Conscience: I see. I thought so.
Me: I can't help but thinking that if this will be the case then it should be like this, it could be like this, it maybe like this... But when it comes to a happy imagination of me and him, it never comes true.
Conscience: ....you must mean God is full of surprise.
Me: No! It's more like a jinx! I CAN'T think of anything happy when it's about me and him! It will happen otherwise!
Conscience: Then you're saying that you'd better imagine all bad things when it's about you and him?
Me: ....That might work, but it will turn me into an emo.
Conscience: I know. Just stop imagining about him. Stop daydreaming. Stop thinking anything about him.
Me: How could I! That's what a girl in love does, whether she's a writer or not! It's just writer usually puts something like that to the extreme levels.
Conscience: ...have fun then.

Kamis, 03 Maret 2011

Tentang Orang-Orang Yang Ingin 'Mati'


Seandainya saja aku bisa dengan mudahnya mengatakan, "Hidupku menderita. Ingin mati saja secepatnya." atau "Mau bunuh diri saja." persis seperti orang-orang itu. Apa mereka tidak pernah berpikir?

Apa persisnya yang mereka dapatkan kalau mereka bunuh diri?

Kebahagiaan tetap tidak akan datang sekalipun mereka sudah mati. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi setelah orang-orang mati, kemana mereka pergi, atau seperti apa semuanya di alam setelah kehidupan, dan memang tidak ada yang tahu kecuali Tuhan (dan serdadu-serdaduNya juga). Tapi bukankah kata mereka hanya ada satu tempat yang disediakan untuk jiwa-jiwa yang mencabut sendiri nyawa mereka tanpa persetujuan Tuhan, yaitu neraka? Kalaupun hukuman itu tidak benar adanya bagi orang-orang yang bunuh diri, lalu bukannya masih ada kemungkinan mereka akan tetap masuk neraka karena dosa-dosa mereka selama ini?

Jadi untuk apa orang repot-repot membuang diri dari kehidupan yang tidak bahagia kalau mereka cuma akan berakhir di neraka?

Sabtu, 12 Februari 2011

The Art of Fully Understanding of Your Life Problems

Jadi awalnya aku cuma mengalami apa yang menurut pelajaran Vocabulary I di semester ganjil terdahulu disebut dengan 'get up on the wrong side of bed.' Menjelaskannya, mungkin maksudnya bad mood sejak pagi hari karena alasan yang ga jelas. Sebetulnya ini bukan hal baru sih, kalau diingat-ingat aku sudah sering begini semenjak kuliah. Yah, pada intinya idiom ini sudah sukses bikin aku nangis sendiri sejak dari kamar mandi, soalnya bikin kepikiran dan keingetan mengenai: 1] masalah gebetan yg kayaknya ngegebet cewek lain vs jadi gebetan orang lain yang tak diharapkan 2] masa lalu yang ga menyenangkan di sekolah 3] hal-hal yang kuinginkan dari dulu tapi ga pernah keturutan 4] ketidakadilan yang baru-baru ini kuterima berkaitan dengan nomor 3 5] masalah proyek yang ga selesai-selesai. Jadilah moodku udah rusak semenjak pagi. Mikirin ini dan itu, aku jadi merumuskan banyak hal mengenai kehidupan dan mengenai betapa aku merasa sangat-sangat ga puas terhadapnya dan mengenai betapa sulitnya untuk bersyukur sedikiiiittt aja. Lalu karena ga tahan (plus berasa ngefreak juga nangis tanpa pemicu yg jelas), aku ngambil kertas dan mulai merangkum semuanya. Dengan tujuan supaya aku dapat gambaran yang lebih jelas kenapa aku harus puas atau nggak puas sama hidupku sekarang.

Berikut ini hal-hal yang kutulis, yang kuharapkan mungkin bisa menjadi pedoman bagi orang-orang lain yang kebetulan mengalami masalah serupa:

1] My Wishlist: isinya tentang barang-barang yang kuincar dari dulu atau kuperlukan banget, ga usah pedulikan harga atau persentase kemungkinan keturutannya. Cukup ditulis saja mulai dari yang paling paling diinginkan sampai yang ga begitu sangat diinginkan.
2] List of Things That I Want To Achieve: isinya tentang hal-hal yang ingin kaulakukan, target masa depan yang ga ada hubungannya sama barang yang dibeli/dikasih. Hal-hal ini sifatnya kalau terkabul bakal memberiku semacam 'aktualisasi diri.' Misalnya menamatkan proyek lalu menerbitkan satu buku, atau ngedapetin IP 4.00 di semester berikutnya.
3] List of Reasons Why I Have To Be Proud With My Life: isinya dibagi lagi menjadi tiga.
       a) What Makes Me as 'Me': tuliskan poin-poin apa yang membuatmu bangga menjadi dirimu yang sekarang, perkembangan-perkembangan yang membuatmu bangga setelah mengalami masa lalu.
       b) Troubles That I Successfully Faced: tuliskan masalah-masalah berat yang sudah terjadi di masa lalu, yang entah sudah kauselesaikan sendiri, atau kaubiarkan/kauanggap selesai seiring berlalunya waktu, bagaimana kau menyelesaikannya, dan pelajaran yang kaudapatkan.
       c) Trauma: tuliskan hal-hal apa yang masih menghantuimu sampai sekarang, dan apa penghiburan serta tekadmu dalam menyikapi itu.
4] List of Things That I'm Afraid Of: isinya mengenai hal-hal yang setiap kali membayangkannya menbuatmu tidak bisa tidur, membuat jantungmu seperti diperas, atau yang kaudoakan supaya tidak akan pernah terjadi.

Nah, setelah menulis hal-hal ini rasanya aku jadi sedikit lebih punya pegangan serta gambaran yang lebih jelas mengenai situasi masalah apa yang sedang kualami sekarang. Dan kayaknya sih, ini bakal membantuku setiap kali moodku geje di pagi hari. Kata orang, kita gak akan bisa menang kalau kita gak tahu sepenuhnya apa yang lagi kita hadapi. Kurasa nggak banyak orang yang bakal membaca postingan geje ini (atau malah ga ada? -_-), aku cuma merasa perlu ngeshare aja. Karena sepertinya ini bermanfaat.

Jumat, 11 Februari 2011

War With Conscience I

Conscience: Hey. Why are you a writer?
Me: Because life is sucks? I'm working hard to make it looks better.
Conscience: So if life is no longer sucks, you'll stop writing?
Me: Errr..
Conscience: I think that's why God decided to keep your life stay that way.
Me: .... *mati gaya*

War With Conscience II

Me: So you're saying that I need to find another writing motivation?
Conscience: Possibly so.
Me: And you think to make writing as an impingement of my dull life is a wrong motive?
Conscience: Probably so.
Me: But even my current motivation is not strong enough to make me write a lot.
Conscience: Well, it's all in your head.
Me: So you think this somewhat wrong motivation is not the one to blame why I keep failing on my project?
Conscience: Maybe so.
Me: Do you realize how not helping you are?
Conscience: I am YOUR conscience, dear. As I said, it's all in YOUR head.

Jumat, 04 Februari 2011

List of Things That I Want To Tell You

Baiklah, sebelum aku menuliskannya di sini, aku bertanya-tanya--kira-kira berapa besar kemungkinan kau, yang semenjak belakangan ini menjadi tokoh yang paling penting dalam tulisan-tulisan jurnalku, membaca postingan ini?

Pertanyaan yang agak bodoh, soalnya tidak ada yang bisa memberi jawabannya kecuali kau dan Tuhan. Bayangkan, seberapa mungkin terjadi, menemukan dirimu dengan nama samaran tertentu memberikan komentar di postingan ini. Aku tertawa karena membayangkannya membuatku mulai menanamkan konklusi yang salah lagi, seperti yang sudah-sudah, tentang betapa selama ini kau juga suka padaku. Ya, seandainya saja aku ini bukan calon penulis, maka kepalaku tidak akan otomatis membayangkan kemungkinan-kemungkinan 'happy ending' yang barangkali akan datang padaku, si tipikal tokoh utama ini. Hanya gara-gara teman-temanku, atau aku sendiri, berpendapat bahwa kisah-kisah yang selama ini kualami mirip alur cerita komik.

Senin, 03 Januari 2011

Clovervow

‎:Rather than saying that I want to meet someone again real soon, I choose to make most of the time being to fix myself so that I can be a person who is worthy enough to love, and to be loved in return:

I do not ask you to wait for me. I'm on my way of becoming stronger, braver, and smarter, to have more confidence in myself, to grab on the dreams I'm craving for and never let go so that I can prove how lost you are, and also to become more mature and beautiful. :) And then I swear after we meet again, I myself will be the one to decide whether I will fall for you once again, or to leave it all behind then never look back.

Senin, 06 Desember 2010

Maybe It's About Time to Say Sayonara

(Catatan Penyihir Cloverwitch: 6 Desember 2010)

Because no matter how many times we bumped on each other on the street, they cannot be said as 'Encounters' if we never exchange, even just a single glance. You and I were passing on the same road, that day, I might just saw you. Both of us, might be destined to walk together toward a really different direction of this intersection. However as you kept walking without realizing my presence, I would've known that what happened on that day was just

...a mere 'Coincidence'.

It wouldn't turn out to be 'Fate.'

Sayonara, stranger. Now I understand that maybe you're not the person who holds the 'Clover' that I've been looking for. Even if these coincidences will really turn to be just coincidences, I will still treasure them as a precious memories about someone special that I've met under the Rain.

Rabu, 10 November 2010

Dear You

"Darling, so there you are
With that look on your face
As if you're never hurt
As if you're never down..."

(Songs in my head: Eyes on Me - Faye Wong)
~~~

Call for my name, reach up for my hand. I'll hold yours right away, then never let it go. If only you'd say that you need me, I will stand by your side. Your every pain, struggles, or whatever they are... Let's face them together. Because at the times like this, I guess my feelings for you could not feel any more unbearable. It hurts me knowing that I understand nothing about you. And even though I can see that you're injured, there's just nothing I can do...

Kamis, 04 November 2010

Seo Hyun - It's Okay Even if It Hurts


눈이 멀어도 괜찮아요
nuni meoreodo gwaenchanhayo
숨이 멎어도 괜찮아요
sumi meojeodo gwaenchanhayo

한번만 그대 볼 수 있다면
hanbeonman geudae bol su itdamyeon
내 맘 모두 줄 수 있다면
nae mam modu jul su itdamyeon

내 가 얼마나 더 그리워해야
nae ga eolmana deo geuriwohaeya
그대 내 맘 알 수 있나요
geudae nae mam al su innayo

내 가 얼마나 더 울고 울어야
naega eolmana deo ulgo ureoya
눈물이 마를 수 있나요
nunmuri mareul su innayo

그 댈 사랑해서 아픈 건가요
geu dael saranghaeseo apeun geongayo
너무 사랑해서 벌 받는 건가요
neomu saranghaeseo beol batneun geongayo

비록 내 모든 걸 잃는다 해도
birok nae modeun geol irnneunda haedo
그대 하나면 그거면 돼요
geudae hanamyeon geugeomyeon dwaeyo

그댈 사랑하다 마음을 베여도
geudael saranghada maeumeul beyeodo
그대 기다리다 가슴 다 헤져도
geudae gidarida gaseum da hejyeodo

괜찮아요 사랑하니까
gwaenchanhayo saranghanikka
난 아파도 괜찮아요
nan apado gwaenchanhayo

그 댈 잊으려고 돌아설수록
geudael ijeuryeogo doraseolsurok
보고 싶은데 어떡해요
bogo sipeunde eotteokhaeyo

자꾸 안 된다고 막아설수록
jakku an doendago magaseolsurok
그대 뿐인데 어떡해요
geudae ppuninde eotteokhaeyo

그댈 사랑해서 아픈 건가요
geudael saranghaeseo apeun geongayo
너무 사랑해서 벌 받는 건가요
neomu saranghaeseo beol batneun geongayo

비록 내 모든 걸 잃는다 해도
birok nae modeun geol irnneunda haedo
그대 하나면 그거면 돼요
geudae hanamyeon geugeomyeon dwaeyo

그댈 사랑하다 마음을 베여도
geudael saranghada maeumeul beyeodo
그대 기다리다 가슴 다 헤져도
geudae gidarida gaseum da hejyeodo

괜찮 아요 사랑하니까
gwaenchant ayo saranghanikka
난 아파도 괜찮아요
nan apado gwaenchanhayo

내 게 독이 되고
naege dogi doego
가시가 되어도
gasiga doeeodo

그 대를 향한 사랑
geudaereul hyanghan sarang
거둘 수 없죠
geodul su eobtjyo

언제까지라도 기다릴게요
eonjekkajirado gidarilgeyo
아 프고 아파도 나 견뎌낼게요
apeugo apado na gyeondyeonaelgeyo

내 가 그대를 더 사랑하니까
naega geudaereul deo saranghanikka
눈물 나도 괜찮아요
nunmul nado gwaenchanhayo

아파도 괜찮아요
apado gwaenchanhayo

(credits@koreabanget.blogspot.com)

Finally today I know that there just might be someone in your heart... But love isn't something you can give up on, right...? I have to carry on with this feeling no matter what...

Selasa, 02 November 2010

For Now

If it is true that I'm a one-sider (well, I hope it is NOT, but...), then I must be the luckiest one-sider ever after all these 'coincidences' between me and you. :)

I wonder what's going to happen next... Teehee...

Kamis, 21 Oktober 2010

Another Four-Leaves Wish


"Tell me that I'm not the only one who thinks that these coincidences are meant to be..."