-6-
Pagi sepertinya masih buta.
Mengikuti aroma telur dan kopi, Tara meraba-raba pegangan tangga, bergegas
turun ke dapur. Sesuai dugaan, kakaknya sudah ada di sana, mengenakan kemeja putih
yang ditutup celemek masak, tengah sibuk menyiapkan keperluan adik-adiknya.
“Lho? Tumben bangun sebelum
dibangunin.”
“Semaleman tidurku nggak
nyenyak,” keluh Tara. Piring makan kaca di depannya memberitahu Tara bahwa pagi
ini dia terlihat seperti panda.
“Mandi dulu baru makan,” kata
Kara tegas. “Sekalian bangunin Nara juga, ya.”