Coba tebak. Bersembunyi di balik tiang listrik, kelihatan
seperti gundukan laundry yang bergerak, tapi tetap kelihatan cantik—apakah itu?
Itu aku, tentu saja.
Ah, sudah. Lupakan.
Tadi aku berusaha main tebak-tebakan dengan diriku sendiri untuk membuat
perasaanku lebih baik. Kenyataannya, tidak ada yang bakalan bisa membuat
perasaanmu menjadi baik—bahkan sekalipun itu kenyataan bahwa dirimu memang
sangatlah cantik, kalau beberapa meter di depan sana gebetanmu sedang
bermesraan dengan cewek lain.
“Makasih ya, aku senaaaaaaaangggg banget hari ini!”
Si cewek bermuka kera. Si cewek tompel. Entah
panggilan mana yang paling cocok buatnya. Dia memasang senyum (sok) imut
malu-malu, kemudian terkikik dengan suara tawanya yang persis suara kloset
tersumbat. Ih. Jijik. Dibiarkan keluar rumah saja dia sebenarnya tidak pantas—apalagi
melakukan hal-hal seperti itu. Aku jadi merinding.



