(Disadur dari suatu komik strip di suatu tempat yang ga bisa diingat.)
Di suatu pagi kau terbangun. Karena pagi itu cerah, kau jadi terpikir untuk lari pagi. Kau bergegas mandi, memakai setelah olahragamu yang terbaik, mengenakan sepatu ketsmu, kemudian membuka pintu menuju dunia luar yang dipenuhi harumnya embun di atas dedanunan, semilir angin sejuk, serta disinari cahaya lembut matahari-setengah-bangun. Cuacanya sempurna, katamu pada diri sendiri. Lalu mulailah kau berlari pelan menuju taman. Sesampainya di sana baru kausadari ternyata jalanan agak becek. Seingatmu, semalam hujan memang turun gerimis. Maka kau pun berdoa,
"Semoga aku tidak jatuh."
Tapi lalu beberapa langkah ke depannya, kau terpeleset dan jatuh dengan bunyi benturan badan serta pekik kesakitan yang pastinya didengar semua orang di penjuru taman yang kini mulai ramai. Dan benar saja, di sekelilingmu sudah berkumpul banyak orang. Ada yang menunjuk-nunjuk, ada pula yang tertawa. Rasa malu menguar dari pori-pori kulitmu dalam bentuk uap panas yang merambati wajah. Maka kau pun berdoa,
"Semoga gebetanku tidak ada di sini."
Tampilkan postingan dengan label komedi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komedi. Tampilkan semua postingan



