Lantas terang saja selama ini saya kesulitan untuk tidur. Ternyata saya sudah menelan terlalu banyak kepahitan. Barangkali seperti minum berliter-liter kopi. Saya ingin tidur, menutup mata dan melayang meski hanya sejenak pada suatu situasi dimana saya bisa merasakan kebahagiaan. Tetapi rasa pahit di lidah memberati saya, menenggelamkan saya pada kedalaman fakta. Saya terkubur di dalam gelap. Ya, hitam seperti kopi.





2 komentar:
Hi, Chie. Hehehe... kritik sedikit ya. Penggunaan kata "lantas" di awal itu koq rasanya kurang pas. :D
Btw,
Bisa-bisanya kau berkata, "Ternyata saya sudah menelan terlalu banyak kepahitan." Apa kau sudah tahu seberapa banyak pahit yang pernah melesak dalam kerongkongan orang lain di luar sana? Kurasa tidak. Begitu pula denganku. Tapi itulah yang harus kita pegang. Bahwa kita tidak pernah tahu seberapa banyak pahit yang bisa ditanggung dan dihadapi manusia. Maka tetaplah tenang, bertahan dan melawan rasa itu sampai kau bisa bebas dan menemukan manis di seberang sana.
love the alegori
(makanya minum kopi three in one, jangan ekspresso!)
*kabur
Posting Komentar