Pages

Minggu, 15 Juli 2012

19: 2 - Tara dan Liam


-2-
Waktu itu Tara tidak tahu banyak soal cowok bernama William yang menjadi teman sekelasnya. Selain betapa dia dan dua orang temannya selalu disebut Gerombolan Udara oleh anak-anak sekelas. Mereka selalu ada di sekitar, tapi kehadiran mereka jarang disadari apalagi dihargai orang lain.

"Hah?"

19: 1 - Keputusan Tara


-1-

"Kalau begitu, kita sepakat. Saya akan mengirim si calon untuk menemui Nona akhir pekan ini. Boleh tahu kira-kira apa hobi Nona?"

"Er..." Tara ingat dia berpikir dengan buru-buru, sudah tidak lagi mempedulikan alasan mengapa pertanyaan itu penting saking jengahnya dia. "Mendengarkan musik... mungkin."

Selepas mengatakannya, Tara agak menyesal. Mendengarkan musik kedengarannya tidak begitu istimewa, padahal dia butuh terdengar istimewa untuk mendapat kandidat yang juga istimewa. Walau begitu, air muka lawan bicaranya--seorang perempuan muda bergaun hijau dengan rambut ikal kecokelatan tergerai--tetap tidak berubah.

Jurnal Kepenulisan: Tentang Grand Le Gran, Ishan, dan 19


(Entry ini berisi curcolan penulis, abaikan aja kalo kedengerannya ga menarik.)

Oke, udah lama banget aku ga ngepost baik curcolan maupun tulisanku di blog gajelas ini. Berhubung aku baru-baru ini genap berkepala dua, sebenernya aku nyiapin sebuah curcolan berupa renungan maha panjang, tapi sampai sekarang belum kuselesain. Fokusku sepanjang liburan menuju semester lima ini adalah nyelesain seengganya setengah proyek (pengennya sih namatin), soalnya aku ngerasa perlu ngebuktiin keseriusanku sebagai penulis dengan nyelesain sesuatu. Terus kenapa aku bikin proyek baru? Kenapa bukan GLG (yang udah mandek sejak 2009--atau 2006, kalo mempertimbangkan betapa GLG sendiri adalah fusion dari dua proyek masa SMP yang konsepnya ga karuan--itu)?

Sabtu, 05 Mei 2012

Fantasy Fiesta 2012 - Mindy versus Alien Oonyunyu


Coba tebak. Bersembunyi di balik tiang listrik, kelihatan seperti gundukan laundry yang bergerak, tapi tetap kelihatan cantik—apakah itu?

Itu aku, tentu saja. 

Ah, sudah. Lupakan. Tadi aku berusaha main tebak-tebakan dengan diriku sendiri untuk membuat perasaanku lebih baik. Kenyataannya, tidak ada yang bakalan bisa membuat perasaanmu menjadi baik—bahkan sekalipun itu kenyataan bahwa dirimu memang sangatlah cantik, kalau beberapa meter di depan sana gebetanmu sedang bermesraan dengan cewek lain.

“Makasih ya, aku senaaaaaaaangggg banget hari ini!”

Si cewek bermuka kera. Si cewek tompel. Entah panggilan mana yang paling cocok buatnya. Dia memasang senyum (sok) imut malu-malu, kemudian terkikik dengan suara tawanya yang persis suara kloset tersumbat. Ih. Jijik. Dibiarkan keluar rumah saja dia sebenarnya tidak pantas—apalagi melakukan hal-hal seperti itu. Aku jadi merinding.

Selasa, 10 Januari 2012

Calla Ed Tenets

Lagi-lagi, ini cerpen lomba yang sayangnya gagal kumenangkan. Keseluruhannya memang ketahuan banget ditulis oleh seorang fangirl. Semoga cerita yang penuh fanservice ini bisa dinikmati.

***


Ratusan tahun yang lalu di atas langit malam, kereta Dewa tengah melintas menuju perbatasan di daerah tenggara. Malam itu salju turun dengan lebatnya, dan petir serta guntur saling sahut-sahutan. Kemudian angin kencang meniupkan kereta Dewa hingga terhempas ke daratan Seren yang kering kerontang. Dewa jatuh tidak sadarkan diri. Keretanya pecah berkeping-keping.

Seorang petani menemukannya terbaring di antara petak-petak sawah yang sudah menggundul. Adapun Dewa berperawakan gendut dan sangat pendek. Jenggotnya berwarna perak dan panjang. Pikir si petani, Dewa adalah orang asing yang tersesat. Lalu dibawanya Dewa ke dalam rumahnya. Tapi petani itu sangat miskin, sama miskinnya dengan penduduk lain di perkampungan yang kecil itu. Untuk merawat Dewa, para penduduk saling bahu-membahu untuk menyediakan segala keperluannya.

Senin, 09 Januari 2012

Maaf

Cerita ini kuikutin dalam sebuah kompetisi bulan Juli tahun lalu, yang sayangnya engga berhasil kumenangkan. Karena salah satu dari requirements lomba adalah memakai setting luar negeri, cerpen ini latarnya (seperti yang sudah bisa diduga) di Korea. Aku sendiri kurang sreg sama sense penamaanku yang ketauan banget hasil gugel, tapi yeah, biar gimanapun juga, menurutku sendiri ini salah satu cerpen teenlitku yang paling berhasil. Jadi bisa dibilang aku sendiri suka banget sama cerita ini.

Selamat membaca (jika ada yang membaca)!

SONGFIC - Cleansing Cream



 

***

Wangi bunga samar-samar merebak dari tutup wadah mungil yang terbuka.

Aku menjulurkan tangan untuk meraih kapas, menuangkan satu atau dua tetesan dari wadah botol mungil ke atasnya, sebelum akhirnya menyapukan cairan yang harum itu pada wajahku.